KALAMANTHANA, Sampit – Tetiba Kotawaringin Timur resah. Ada isu tawuran massal di Samuda. Betulkah? “Hoaks,” kata polisi.

Keresahan itu berawal dari sebuah unggalan di media sosial. Unggahan itu menyebutkan adanya aksi tawuran massal di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur.

Isu itu membuat heboh jagat maya. Tak hanya itu, muncul pula keresahan di kalangan masyarakat menyoal isu tawuran massal di Samuda itu.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, membenarkan adanya muncul informasi tersebut.

Ia menyampaikan pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan melalui jajaran Polsek Jaya Karya Samuda.

“Setelah dilakukan pengumpulan bahan keterangan dan monitoring di lokasi yang disebutkan dalam unggahan media sosial, dipastikan tidak ditemukan adanya peristiwa tawuran seperti yang beredar,” jelas Edy Wiyoko, Kamis 22 Januari 2026.

Dia menerangkan, dari hasil klarifikasi terhadap pemilik akun Facebook Maria Mua Samuda, diketahui yang bersangkutan tidak menyaksikan langsung adanya aksi tawuran.

Ia hanya melihat sekelompok remaja melintas pada Senin dini hari, 19 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB, di sekitar Jalan Parto Muksin, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Kelompok tersebut berjumlah sekitar enam hingga tujuh orang dan terlihat membawa senapan angin serta parang.

“Itu bukan tawuran. Kami mendapat keterangan warga aktivitas tersebut merupakan kegiatan berburu yang biasa dilakukan masyarakat pada malam hari, bukan aksi kekerasan atau tawuran,” terang Edy.

Polisi menegaskan bahwa di sepanjang jalur tersebut tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Situasi Samuda dipastikan dalam keadaan aman dan kondusif.

Atas unggahan yang menimbulkan keresahan publik, pemilik akun media sosial tersebut telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat.

Melalui peristiwa ini, Polres Kotim mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pihak kepolisian juga memastikan akan terus meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Samuda dan sekitarnya. (*)