KALAMANTHANA, Palangka Raya – Terkait kondisi Puskesmas Kayon yang dinilai mengalami kelebihan beban pasien, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memastikan fasilitas tersebut akan direhabilitasi tahun ini dan ditingkatkan menjadi layanan kesehatan 24 jam dengan fasilitas rawat inap.

Menanggapi masukan pengamat tata kelola pemerintahan, Marvy, Fairid menegaskan perbaikan layanan harus dimaksimalkan. Ia menyebut Puskesmas Menteng akan dijadikan standar peningkatan fasilitas kesehatan lainnya.

“Kalau untuk Puskesmas Kayon, tahun ini kami bangun seperti Puskesmas Menteng. Sesuai dengan harapan yang disampaikan para pengamat tadi agar pelayanan bisa lebih maksimal,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Fairid menambahkan, Pemko menargetkan Puskesmas Kayon bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan dengan jam operasional penuh. “Mudah-mudahan bisa di tahun ini terealisasi, kami akan menjadikan puskesmas itu 24 jam. Jadi bisa rawat inap juga,” katanya.

Selain rehabilitasi fisik, Pemko juga menyiapkan langkah sinkronisasi fasilitas kesehatan. Puskesmas Kayon akan diintegrasikan dengan jaringan rumah sakit di wilayah setempat guna memangkas hambatan birokrasi bagi pasien yang membutuhkan rujukan atau penanganan lanjutan.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem layanan kesehatan sekaligus mendukung penerapan konsep Smart Governance di Kota Palangka Raya.

Sebelumnya, pengamat Marvy menilai kualitas layanan prima belum sepenuhnya tercapai. Ia mengapresiasi rehabilitasi Puskesmas Menteng, namun mendesak agar fasilitas lain yang krusial segera mendapat perhatian. Menurutnya, Puskesmas Kayon menjadi salah satu yang paling mendesak diperbaiki karena kondisinya telah kelebihan beban pasien. (Mit).