KALAMANTHANA, Muara Teweh – Bupati H. Shalahuddin menegaskan, seratus hari masa kepemimpinannya bukan sekadar hitungan waktu, melainkan tonggak awal pengabdian yang berorientasi pada kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta penguatan pelayanan publik. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Senin (19/1/2026).

“Seratus hari ini adalah permulaan yang jujur. Kepemimpinan tidak dimulai dari janji, tetapi dari kerja nyata: menyapa rakyat, mendengar suara mereka, dan merajut kembali harapan yang sempat terjeda,” ujar Shalahuddin.

Ia menekankan, pembangunan Kabupaten Barito Utara harus dimulai dari desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan benar-benar dirasakan hingga pelosok. “Layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan terus kami dorong. Pemerintah harus hadir sampai ke tiang desa,” tegasnya.

Di sektor infrastruktur, Bupati menyebutkan peninjauan jalan penghubung dilakukan bukan semata melihat fisik pembangunan, tetapi untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat. Menurutnya, jalan penghubung merupakan urat nadi ekonomi sekaligus perekat persaudaraan antarwilayah. “Ini yang harus terus kita jaga dan perhatikan,” ucapnya.

Selain pembangunan fisik, penguatan birokrasi juga menjadi perhatian utama dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi. Shalahuddin menegaskan, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. “Karena itu, transparansi harus terus kita jaga,” katanya.

Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah menunjukkan komitmen melalui program unggulan yang menyasar sekitar 32.000 siswa di Barito Utara sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menutup pernyataannya, Shalahuddin mengakui capaian seratus hari kepemimpinan belum sempurna. Namun, periode tersebut menjadi penanda bahwa arah kerja dan pengabdian telah dimulai. “Barito Utara tidak dibangun oleh satu tangan, melainkan oleh kebersamaan pemimpin dan masyarakat. Seratus hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari kerja nyata yang akan terus kami lanjutkan,” pungkasnya. (Sly).