KALAMANTHANA, Sampit – Aktivitas lalu lintas di simpang empat Tidar, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam sepekan terakhir terganggu akibat lampu lalu lintas tidak berfungsi. Kondisi ini membuat arus kendaraan berjalan tanpa pengaturan yang jelas.

Pantauan di lapangan, Selasa (3/3/2026), kendaraan dari empat arah saling berebut melintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mengandalkan isyarat tangan maupun inisiatif masing-masing untuk menghindari tabrakan. “Lampu merah simpang empat Tidar sudah semingguan ini tidak berfungsi,” ujar Zahir, warga yang kerap melintas.

Ia mengaku waswas setiap kali melewati perempatan tersebut, mengingat simpang Tidar merupakan jalur utama lintas provinsi yang dilalui kendaraan bertonase besar dan angkutan umum. “Kondisinya jadi semrawut. Kita harus ekstra hati-hati. Semoga tidak sampai terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, membenarkan adanya gangguan pada perangkat traffic light. Ia menjelaskan kerusakan terjadi pada bagian modul dan pihaknya masih menunggu pengadaan suku cadang. “Ini masih menunggu modulnya datang. Di kami tidak ada stok,” ujarnya melalui pesan singkat.

Menurutnya, faktor usia perangkat dan tegangan listrik yang tidak stabil menjadi penyebab utama kerusakan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa aktif lagi,” katanya.

Sebagai informasi, traffic light di simpang Tidar dibangun pada 2011 oleh perusahaan Cipta Hutama Raya asal Bandung. Dishub Kotim mengimbau pengguna jalan tetap mengutamakan keselamatan, mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan, serta saling memberi prioritas hingga lampu lalu lintas kembali normal. (Darmo).