KALAMANTHANA, Tenggarong – Heriyadi, pria yang tenggelam di Sungai Belayan, Kutai Kartanegara, akhirnya ditemukan. Sayangnya, nyawanya tak terselamatkan.

Jasad Heriyadi ditemukan mengapung di perairan Sungai Belayan, tepatnya di kawasan Nangka Jawa, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Senin 27 April 2026 dinihari.

Penemuan Heriyadi bermula saat saksi mata, T (34) dan I (30), melihat sesosok jasad dalam posisi tertelungkup di perairan sekitar pukul 03.30 Wita.

Berdasarkan keterangan di lapangan, korban diketahui adalah Heriyadi (39), warga RT 08 Desa Genting Tanah. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam bertuliskan "Sama Indah" dan celana panjang kain berwarna cokelat.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, personel kami segera menuju TKP dan berkoordinasi dengan Tim Basarnas serta BPBD untuk mengevakuasi jenazah,” kata Dedi Supriyanto.

Fokus utamanya adalah memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan memberikan pendampingan yang layak bagi pihak keluarga korban.

Aksi kepolisian tidak hanya berhenti pada evakuasi fisik. Dengan pendekatan humanis, pihak kepolisian juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan saat proses penyerahan jenazah dilakukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati Polri atas musibah yang menimpa warga setempat.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Saat ini, jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah dilakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi di lapangan,” tambah Kapolsek Kembang Janggut.

Selain melakukan evakuasi, Polsek Kembang Janggut juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) untuk memastikan kronologi kejadian. (*)