KALAMANTHANA, Tenggarong – Sungai Belayan di Kutai Kartanegara kian ganas saja. Heriyadi adalah korban teranyarnya sepanjang tahun ini.

Heriyadi, pria berusia 39 tahun, dilaporkan tenggelam di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Dia hilang saat perahu ces bermuatan sawit yang dia tumpangi, karam saat menyeberangi Sungai Belayan.

Heriyadi, setidaknya menjadi korban ketiga keganasan Sungai Belayan sepanjang tahun 2026 ini. Sebelumnya, sudah ada dua peristiwa lain orang tenggelam di Sungai Belayan.

1.Muhammad Dani Abijan (2)

Seorang anak laki-laki berusia dua tahun, Muhammad Dani Abijan, dilaporkan tenggelam di pinggir Sungai Belayan, Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Sabtu 10 Januari 2026 sekitar pukul 17.45 Wita.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan belakang rumah korban yang berada tidak jauh dari aliran Sungai Belayan.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat bermain pasir di depan rumah dengan pendampingan ibunya, Jelita Wati. Namun, saat sang ibu masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang, korban diduga berjalan ke belakang rumah tanpa disadari.

Ibu korban semula mengira anaknya bermain bersama kakaknya. Namun setelah kakaknya pulang dan ditanya keberadaan korban, diketahui bahwa korban tidak bersama kakaknya. Keluarga kemudian panik dan langsung melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan sekitar.

Tidak lama kemudian, dua kakak korban, Dedy Rahmat (25) dan Diki Wawanda (20), yang baru pulang dari arah hulu sungai, diberi tahu bahwa adik mereka menghilang. Keduanya langsung ikut mencari di sekitar rumah dan aliran sungai.

Saat memeriksa bagian belakang rumah, saksi pertama menemukan korban sudah dalam kondisi mengambang di pinggir Sungai Belayan. Korban kemudian diangkat dari sungai dengan dibantu saksi kedua dan segera dibawa ke bidan terdekat di Desa Perdana RT 02.

2.Arani (58)

Peristiwa duka menyelimuti warga Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Arani, seorang warga, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Belayan, tepatnya di Muara Penoon, pada Jumat pagi 16 Januari 2026.

Arani adalah pria berusia 58 tahun, warga Desa Long Beleh Modang. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Belayan pada rentang waktu sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 Wita.

Mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.58 Wita, Polsek Kembang Janggut bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Personel Polsek Kembang Janggut berkoordinasi dengan Sat Polairud, Tim Basarnas dan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari sungai dengan penuh kehati-hatian. Jenazah korban kemudian berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan pihaknya telah melakukan serangkaian langkah kepolisian guna memastikan peristiwa tersebut tertangani dengan baik dan sesuai prosedur.

“Personel kami segera mendatangi TKP, melakukan pengumpulan bahan keterangan, mendata serta memeriksa saksi-saksi, dan membuat laporan resmi guna kepentingan administrasi dan pendataan,” ujar Kapolsek.

3.Heriyadi (39)

Polsek Kembang Janggut bersama Tim SAR Gabungan berjibaku mencari keberadaan Heriyadi (39), pria yang tenggelam di Sungai Belayan.

Heriyadi adalah warga Jalan Lembo Raya, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hingga saat ini, keberadaan Heriyadi, pria berusia 39 tahun itu masih dicari Tim SAR gabungan. Warga sekitar juga ikut membantu pencarian.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan insiden kecelakaan perahu itu bermula sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu, korban H bersama rekannya, A (38), tengah menyeberangi sungai untuk memanen sawit menggunakan satu unit perahu ces  berwarna biru.

Keduanya melakukan aktivitas pengangkutan buah sawit yang sudah dipanen. Sawit tersebut perlu diseberangkan menggunakan perahu menyeberangi Sungai Belayan.

Menurut Kepala Polsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, H bersama rekannya A sudah dua kali berhasil menyeberangi sungai sekaligus memindahkan sawit.

“Namun, pada penyeberangan ketiga dengan muatan sekitar 200 kilogram buah sawit, perahu mengalami kebocoran di tengah sungai hingga akhirnya karam,” ujar Dedi Supriyanto.

Dalam insiden tersebut, rekan korban A, yang bertindak sebagai motoris perahu, berhasil menyelamatkan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta pihak kepolisian. (*)