KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas berencana membangun jembatan menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, dengan melibatkan Perusahaan Besar Swasta (PBS), salah satunya PT Daya Sakti.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I Sangkai, Senin (6/4/2026), di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kapuas Teguh Yunianto, Kepala Dinas PUPR Hargatin, perwakilan PT Daya Sakti, Camat Timpah, serta para kepala desa setempat.

Usai rapat, Sekda Kapuas Usis I Sangkai menyampaikan bahwa pertemuan tersebut telah menyepakati rencana pembangunan jembatan di Desa Lawang Kamah dengan bentang sepanjang 65 meter.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan pembangunan. Untuk pelaksanaannya, akan melibatkan PT Daya Sakti bersama perusahaan-perusahaan PBS lainnya dalam bentuk konsorsium,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsorsium tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Timpah, khususnya yang menggunakan akses jalan negara di kawasan tersebut.

Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan setelah 20 April 2026. Jembatan yang akan dibangun direncanakan menggunakan konstruksi sederhana berbahan kayu agar proses pengerjaan lebih cepat.

“Dengan pengalaman yang dimiliki perusahaan-perusahaan ini, kami optimistis pembangunan jembatan bisa diselesaikan tepat waktu. Jembatan yang lebih besar saja mereka mampu bangun, apalagi yang berskala seperti ini,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi jembatan yang ada saat ini sudah rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, mobilitas masyarakat menjadi terganggu.

Selama ini, warga hanya mengandalkan perahu motor untuk menuju Desa Lawang Kamah. Bahkan, banyak kendaraan terpaksa parkir di seberang karena tidak dapat melintas ke dalam desa.

“Banyak mobil parkir di luar karena tidak bisa masuk ke desa. Oleh karena itu, kami berharap dukungan semua pihak agar pembangunan jembatan ini bisa segera terealisasi,” pungkasnya.

Diketahui, seluruh pembiayaan pembangunan jembatan tersebut akan ditanggung oleh pihak perusahaan yang terlibat dalam konsorsium. (fan)