KALAMANTHANA, Palangka Raya - Pada musim kemarau Saat ini, sekitar 19,69 hektar lahan di Palangka Raya telah dilaporkan terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), hal ini tentunya menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Untuk mengurangi dampak Karhutla itu, Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi lahan mereka dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kami imbau masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, karena hal ini akan menyebabkan dampak serius pada kesehatan dan juga perekonomian,”ujarnya, Kamis, (8/8/2024).

Yudhi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah agar tak terjadinya Karhutla.

"Dengan mengawasi lahan secara bersama-sama, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan banyak pihak," katanya.

Pembukaan lahan dengan cara membakar seringkali menjadi pemicu utama terjadinya Karhutla, yang dapat menyebabkan kerugian besar baik secara ekonomi maupun lingkungan.

“Alangkah baiknya masyarakat membuka lahan dengan cara aman dan ramah lingkungan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga ekosistem dan menghindari dari dampak karhutla,”ungkapnya.

Dalam upaya pencegahan Karhutla, Yudhi Karlianto juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta cara-cara untuk mencegahnya. (Mit)