KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, H. Muhammad Wiyatno menargetkan 40 persen produksi pangan di Provinsi Kalimantan Tengah dapat dihasilkan dari Kabupaten Kapuas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Wiyatno saat menghadiri panen raya padi bersama Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, di Desa Warnasari, Kecamatan Tamban Catur, Sabtu (9/8/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Wiyatno mengungkapkan, Kabupaten Kapuas memiliki empat kecamatan sebagai sentra produksi padi. Kecamatan Bataguh menjadi yang terbesar dengan luas lahan sekitar 15 ribu hektare.
“Kecamatan Kapuas Timur memiliki sekitar 10 ribu hektare lebih, didominasi padi lokal atau padi tahunan. Di Kecamatan Tamban Catur, lahan padi sekitar 5 ribu hektare tersebar di 10 desa. Lokasi panen kita saat ini ada di tiga desa, yaitu Desa Warnasari, Sidomulyo, dan Sidorejo,” jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Kapuas Kuala terdapat sekitar 9 ribu hektare lahan tanam padi, terdiri dari padi lokal dan padi unggul. Untuk mendukung infrastruktur pertanian di kawasan lumbung padi tersebut, Pemkab Kapuas menganggarkan lebih dari Rp50 miliar untuk pembangunan jalan.
“Diupayakan Desember nanti selesai pengaspalannya. Selain itu, untuk peningkatan irigasi dan pengairan, Balai Pengairan saat ini juga tengah melaksanakan rehabilitasi saluran air di kawasan pertanian,” tambah Wiyatno.
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, pada kesempatan tersebut menyatakan dukungan penuh atas keberhasilan panen kali ini. Pemprov Kalteng, kata dia, akan memperhatikan kesejahteraan para petani serta siap membantu kebutuhan mereka, baik dalam pengolahan lahan maupun pengembangan tanaman padi dan komoditas lainnya.
“Langkah ini untuk meningkatkan hasil pertanian dan penghasilan para petani di Kapuas khususnya, dan Kalteng pada umumnya. Dengan begitu, pemerintah provinsi dapat mengetahui sekaligus memberikan dukungan langsung sesuai program memajukan usaha tani,” ucap Agustiar.
Acara panen raya padi ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, Wakil Bupati Kapuas Dodo, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kapuas. (fan)