KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Koperasi Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program bantuan ternak itik kepada kelompok tani peternak itik di wilayah setempat, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN), Nyelong Inga Simon. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus menilai dampak nyata yang ditimbulkan terhadap peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Nyelong Inga Simon mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelatihan dan pemeliharaan ternak itik yang telah berjalan selama kurang lebih tiga minggu.

Program bantuan ternak itik ini merupakan usulan langsung dari masyarakat saat kegiatan penggalangan aspirasi dan baru terealisasi pada tahun anggaran 2025 melalui Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, Kabupaten Kapuas memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak itik karena kondisi wilayah yang didominasi perairan serta pola permukiman rumah panggung yang sangat sesuai untuk usaha peternakan itik.

Berdasarkan hasil studi lapangan sebelumnya di wilayah Dadahup dan Mandomai, LPD Kabupaten Kapuas kemudian membentuk dua kelompok peternak itik, yakni Kelompok Intan Borneo dan Kelompok Permata Hijau. Kedua kelompok tersebut berada di Kecamatan Basarang dan Kecamatan Selat.

Masing-masing kelompok menerima bantuan sebanyak 250 ekor itik bujang atau total 500 ekor itik. Itik tersebut dalam kondisi siap produksi dan diperkirakan dalam waktu satu hingga sepuluh hari ke depan sudah mulai bertelur, sesuai hasil pendampingan tenaga ahli dan dokter hewan.

Nyelong menjelaskan, kelompok peternak secara sengaja mengajukan bantuan itik siap produksi karena telah memiliki rencana pengembangan usaha bersama di bawah Koperasi LPD Kabupaten Kapuas, yakni pengolahan telur asin.

Ia berharap kolaborasi antara LPD kabupaten, LPD provinsi, hingga LPDN di Kalimantan dapat terus diperkuat. Selain itu, ia juga berharap kunjungan rutin penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan dokter hewan dapat diagendakan minimal satu kali dalam seminggu.

“Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan program agar selaras dengan program utama Koperasi LPDN serta arah kebijakan nasional dalam peningkatan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (fan)