KALAMANTHANA, Banjarmasin – Sejumlah 272 orang ibu hamil dan 455 bayi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terdampak banjir yang melanda daerah itu.

Mereka adalah bagian dari ribuan warga kelompok rentan yang terdampak banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyebutkan banjir yang melanda Banjar membuat total 116.027 warga terdampak, berasal dari 41.196 kepala keluarga (KK). Banjir memberi dampak terhadap22.991 bangunan rumah.

Berdasarkan laporan infografis per 4 Januari 205, BPBD Banjar mencatat beberapa kelompok rentan yang terdampak antara lain ibu hamil 272 orang, bayi (455), balita (1.521), anak-anak (2.380), disabilitas (275), dan lansia (2.911).

Fasilitas terdampak, meliputi 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 gedung kantor, 96 unit fasilitas umum, 18 unit jembatan, dan 3.451 hektare sawah/kebun.

BPBD Banjar juga melaporkan 5.045 jiwa masih mengungsi hingga saat ini.

Ia mengatakan jika melihat kondisi awal, saat ini sudah mulai terjadi penurunan cakupan wilayah, dari awalnya 16 kecamatan terdampak menjadi 14 kecamatan, kemudian 10 kecamatan, dan sekarang tinggal delapan kecamatan.

Ia menjelaskan kondisi itu bersifat fluktuatif. Meskipun jumlah kecamatan berkurang, belum tentu jumlah warga terdampak ikut berkurang secara otomatis.

Menurut dia, hal ini dikarenakan perbandingan wilayah karena di daerah hulu mungkin terdampak sedikit, tetapi di daerah hilir hampir sepanjang sungai terdampak banjir semua wilayah.

Ia mengatakan bantuan hunian rumah sementara (huntara) dan hunian tetap bagi para korban akan dibahas karena hal itu bagian dari tahapan penanganan darurat.

“Nanti setelah masa darurat selesai, kami akan mendata. Kami akan melihat hasil asesmen dan penilaian di lapangan untuk menentukan apakah warga terdampak memerlukan huntara atau bentuk bantuan lainnya, termasuk penilaian terhadap kategori kerusakan rumah masing-masing,” ujar Yayan Daryanto. (*)